Earth Day 2020 : Mengolah Sampah Dimulai dari Rumah Anda

by | Apr 22, 2020

Sampah sudah menjadi masalah yang cukup serius bagi masyarakat Indonesia.  Problem terbesar adalah banyaknya sampah yang dihasilkan dari setiap rumah.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg.

Dilihat dari komposisinya, jenis sampah yang paling dominan dihasilkan di Indonesia adalah sampah organik, sisa makanan dan sisa tumbuhan (50%), plastik (15%), dan kertas (10%). Sisa sampah lainnya adalah logam, karet, kain, kaca, dll.

Sementara jika dilihat dari sisi sumbernya, sampah dominan berasal dari rumah tangga (48%), pasar tradisional (24%), dan kawasan komersial (9%). Sisanya berasal dari fasilitas publik, sekolah, kantor, jalan, dan sebagainya.

Dengan pola konsumsi kita sekarang, sampah memang tidak dapat dihindari, maka dari itu sebanyak mungkin kita perlu mendaur ulang sampah.

Pada artikel ini, BLANCO ingin memberikan tips mengenai sistem pemisahan sampah yang dapat Anda lakukan di rumah.

1.Siapkan tempat untuk memisahkan sampah berdasarkan jenisnya

Daur ulang memang dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun, rumah yang lebih kecil sering kali harus mengatasi tantangan untuk menyimpan sampah secara terpisah-pisah, misalnya: kertas dan kardus, botol, gelas, sisa makanan, limbah lainnya, dan kemasan sementara.

Tidak semua rumah memiliki cukup ruang untuk menjaga agar sampah tetap terpisah dan rapi.

Tempat pemilahan sampah di rumah baiknya diletakkan dekat dengan tempat Anda melakukan tugas-tugas rumah tangga Anda, karena di sinilah sampah sebagian besar tercipta.

Karena itu pada tahap perencanaan dapur,  Anda harus memastikan bahwa Anda menyediakan cukup ruang dan tempat untuk pembuangan dan pemilahan sampah.

2.Mengurangi volume kemasan sampah

Sebelum membuang sampah kemasan, pastikan Anda mengurangi volumenya terlebih dahulu.  Contohnya sebelum membuang kotak susu, lipatlah dulu sebelum disimpan di tempat pemilahan sampah. Bahkan kemasan plastik seringkali mudah dilipat sehingga Anda memiliki volume limbah/sampah yang lebih kecil.

3.Bersihkan sampah sebelum dikumpulkan

Karena itu penting untuk mengosongkan wadah penampungan sisa makanan, benda-benda yang dapat didaur ulang, dan limbah lainnya setiap 2-3 hari. Ini untuk menghindari penumpukan sampah yang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap di rumah Anda.

Jika Anda memisahkan sampah wadah bekas kaca atau plastik untuk jangka waktu yang relatif lama, Anda disarankan untuk mencucinya terlebih dahulu agar tidak berbau.

Lepas segel atau label dari wadah gelas yang tidak digunakan lagi. Pastikan Anda meyimpan sisa sampah tanpa bau.

4.Dekomposisi tanpa bau

Jika Anda ingin melakukan dekomposisi, perlu diingat bahwa limbah makanan bisa menjadi bau dalam waktu yang sangat singkat. Karena itu, ketika menyimpan sisa makanan Anda, Anda harus memastikan untuk tidak meletakkannya di bawah sinar matahari langsung. Panas dari mesin pencuci piring atau kulkas di dekatnya juga dapat memperburuk bau.

Idealnya, limbah semacam ini harus ditempatkan di kabinet dasar yang dingin, gelap, dan mudah diakses di dapur Anda. Wadah kompos seperti ini mudah digunakan untuk menyimpan sampah dan dapat dikosongkan dengan cepat dan bersih.

Yuk, kita mulai pemilahan sampah di rumah kita sendiri untuk membantu menyelamatkan bumi.

SHOP BLANCO ONLINE:

BLANCO Product Catalog 2019

Have questions? Need help?

Contact us at +62 21 3510241

Share this page

Pin It on Pinterest

Share This

Share This

Share this post with your friends!